12 GERAKAN PENGATURAN LALU LINTAS

Selasa, 02 April 20130 komentar

Bagi rekan-rekan anggota Polri khususnya yang belum menguasai 12 gerakan pengaturan lalu lintas, sengaja ini kami upload supaya bisa memahami dan mengerti dan dapat mempraktekan dilapangan dalam pengaturan lalu lintas. Selain itu untuk masyarakat pengguna jalan agar mengerti dan memahami arti gerakan pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh petugas di jalan raya supaya tidak terjadi salah penafsiran yang bisa berakibat fatal terjadinya kecelakaan. Sederhana tapi kalau gak dihafalkan lumayan bikin repot dalam mengatur arus lalu lintas. Hal ini terkandung maksud agar terciptanya kamtibcar lantas sehingga masyarakat pengguna jalan yang sedang menuju tempat kerja, tempat usaha ataupun aktifitas lainnya merasa terlayanni oleh Polri.

Berikut 12 Gerakan pengaturan lalu lintas :


Gerakan 1 : Menghentikan arus dari segala arah

 Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
SEMUA ARAH BERHENTI!!!
 

Gerakan 2 : Menghentikan arus dari arah depan petugas


Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Rekan-rekan yang berada di depan petugas, harus berhenti.


Gerakan 3 : Menghentikan arus dari arah belakang petugas


Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Kalau rekan-rekan dari arah belakang petugas, lihat punggung petugas yang merentangkan tangan kiri nya, segeralah berhenti.


Gerakan ke 4 : Menghentikan kendaraan dari arah depan & belakang petugas


Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Arah depan dan belakang petugas diperintahkan untuk berhenti. Walau rentangan tangan petugas tidak dapat menutupi lebar jalan, mohon jangan mencuri-curi jalan.


Gerakan ke 5: Menghentikan arah tertentu


Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Gerakan ini bebas, tergantung petugas mengarahkan telapak tangannya ke arah mana, apabila rekan-rekan berada dalam arus yang dapat melihat jelas telapak tangan petugas, artinya BERHENTI.


Gerakan ke 6: Menjalankan arus dari arah kanan petugas


Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit!
(Dua kali tiupan peluit yang teratur..)
Yang melihat gerakan ini berada di sisi kanan petugas, MAJUUUUUUU JALAAAAN...


Gerakan ke 7: Menjalankan arus dari arah kiri petugas

 

Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit!
(Dua kali tiupan peluit yang teratur..)
Dari sebelah kiri petugas, dipersilahkan JALAN...


Gerakan ke 8 : Menjalan arus dari arah kanan dan kiri petugas bersamaan


Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit!
(Dua kali tiupan peluit yang teratur..)
Kanan dan kiri petugas, AYO JALAN...


Gerakan ke 9 : Mempercepat kendaraan dari arah kiri petugas


Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Dari kiri petugas... AYO TAMBAH KECEPATAN, JANGAN TERLALU PELAN...


Gerakan ke 10 : Mempercepat arus dari arah kanan petugas


Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Gerakan nomer 9 dan 10, sering dikeluarkan apabila ada kecelakaan, dan pengendara malah asik menonton orang yang lagi kena musibah kecelakaan.


Gerakan ke 11 : Memperlambat kendaraan dari arah depan petugas


Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Rekan-rekan yang melihat petugas melakukan gerakan ini dari depan, mohon kurangi kecepatan...


Gerakan ke 12 : Memperlambat kecepatan arus dari arah belakang petugas


Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Melihat gerakan ini dari belakang, petugas mengayunkan tangan kirinya, dari 90 derajat ke 45 derajat berulang-ulang.. Mohon kurangi kecepatan rekan2..


NAH! 12 gerakan sudah saya berikan.. Mohon dengan sangat rekan2 menghafalkan gerakan2 di atas, untuk keamanan rekan-rekan sendiri.. dan ketertiban lalu lintas secara umum...

GERAKAN KHUSUS Pak Polantas yang paling baru...


(tangan petugas mengepal dan membuka berulang kali, tanpa tiupan peluit)
Gerakan ini mengingatkan bahwa mulai 2010, motor yang tidak menyalakan lampu utama di siang hari akan kena denda sebesar Rp. 100.000,-
Hayooo... Pilih nyalain lampu atau ditilang?

Share this article :

Poskan Komentar

 
Link : Humas Polri | Humas Polda DIY | Humas Polres Bantul
Copyright © 2011. Humas Polres Bantul - All Rights Reserved
Operator Blogspot : Aiptu Agus Suryanto Published by Humas Polres Bantul
Proudly powered by Blogger