Mengingat arti penting dan strategisnya pemilu bagi
keberlangsungan kepemimpinan nasional, pemerintah dan pembangunan dalam
mencapai tujuan negara, maka pada konteks inilah polri sebagai penanggung jawab
untuk mengawal, menjaga dan mengamankan penyelenggaraan pemilu 2014. Hal ini
dilakukan melalui manajemen keamanan yang terpadu dan komprenshif, mengerahkan
segala sumber daya yang ada, serta memperkokoh kerja sama sinergis dengan
penyelenggara pemilu, tni, masyarakat
dan mitra keamanan lainya, agar pesta demokrasi pemilu
2014 dapat berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis.
Sebagaimana telah kita lalui bersama tahapan demi tahapan
pemilihan umum tahun 2014 ini telah sampai pada tahap akhir, dengan terpilihnya
presiden dan wakil presiden yang merupakan representasi suara rakyat dan harus
kita dukung untuk kelanjutan roda pemerintahan yang dapat terus bergerak maju,
guna melanjutkan proses pembangunan nasional secara berkesinambungan menuju
terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera sebagaimana yang kita
cita – citakan.
Sampai dengan tahap pelantikan presiden dan wakil
presiden yang akan segera kita hadapai proses pemilu sebelumnya telah kita
lewati, dan setiap tahap memiliki potensi kerawanan yang berbeda, polri bersama
TNI sebagai salah satu pilar penyangga demokrasi, dengan didukung komponen
masyarakat dan mitra keamanan lainya dapat bersinergi mengelola setiap
kerawanan tersebut dengan baik, sehingga khususnya di wilayah kabupaten Bantul
tidak terjadi hal yang mengganggu jalanya proses pemilu yang demokratis.
keberhasilan ini juga berkat tingkat
kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga pemilu damai yang demokratis.
Perlu saya sampaikan
kembali bahwa tanggal 20 oktober 2014 akan dilaksanakan pelantikan
presiden dan wakil presiden terpilih. tahapan pelantikan presiden dan wakil
presiden merupakan sebuah tahapan penting sebagai legitimasi hasil proses
pemilu yang berpotensi terhadap terjadinya permasalahan permasalahan yang dapat
mengundang kerawanan, seperti uforia kemenganan bagi pendukung pasangan
terpilih, demontrasi serta gesekan gesekan yang mungkin terjadi akibat berbagai
kepentingan kelompok tertentu yang tidak puas dengan hasil pemilu.
Semuanya harus benar-benar mampu dideteksi, diantisipasi
atau ditanggulangi dengan sebaik-baiknya melalui perhitungan dan
langkah-langkah yang cermat, tepat dan komprehensif dalam jalinan sinergitas
eksternal dengan seluruh pihak yang terkait dengan seluruh potensi masyarakat
lainnya. Kita tidak boleh lengah dan tetap fokus pada penyelenggaraan
pengamanan. Untuk melaksanakan tugas pengamanan ini perlu dilaksanakan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, karena
kita mempunyai tanggung jawab besar dalam mengawal jalanya demokrasi untuk
keberlanjutan roda pemerintahan.
Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan
pelantikan presiden dan wakil presiden, pada kesempatan apel gelar pasukan ini, ada beberapa pesan yang
ingin saya sampaikan, untuk dipedomani dan dilaksanakan :
1. Siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen
moral dan disiplin kerja yang tinggi, dalam memberikan pelayanan yang optimal
kepada masyarakat, sehingga dapat menampilkan jati diri polri sebagai sosok
penolong, sahabat, pelayanan masyarakat, serta penegak hukum yang yang jujur,
benar, adil, transparan, dan akuntabel.
2. Petakan setiap potensi kerawanan pada setiap pergelaran
pengamanan serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen,
didukung babinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang
di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya
pelantikan presiden dan wakil presiden tahun 2014, dapat diantisipasi sedini
mungkin, dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
3. Perkokoh kerja sama yang harmonis dengan, unsur tni, dan segenap komponen masyarakat, guna
mewujudkan sinergi polisional yang proaktif.
4. Bagi segenap anggota polri, agar tetap jaga komitmen
dan netralitas, serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis yang dapat
menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap polri.
5. Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman
terorisme yang memanfaatkan momen pelantikan presiden dan wakil presiden ini
khususnya wilayah yang memiliki kerawaanan serta berpotensi dijadikan target
oleh pelaku.
6. Lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan
tindak pidana secara terpadu.
7. Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota
sebelum bertugas, serta pedomani aturan dan
sop yang berlaku, untuk menghindari keraguan dan kesalahan prosedur
dalam pelaksanaan tugas.
8. Lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat,
terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota untuk meminilisasi terjadinya
peyimpangan dalam pelasksanaan tugas dilapangan.
Sebelum menghakhiri amanat ini, marilah kita jadikan apel
ini untuk menyatukan tekad dan komitment
dalam rangka mengamankan serta mensukseskan pemilu 2014, semoga segala tugas
pengabdian nilai ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Posting Komentar