OBROLAN REBOAN " TAFSIR REFORMIS, JALAN BARU MENUJU DIALOG ANTAR IMAN" DI SOROWAJAN BANGUNTAPAN

Kamis, 26 Juni 20140 komentar



Rabu 25 jJni 2014 pukul 19.40 Wib di pendopo Lkis yayasan Lembaga kajian Islam dan Sosial Jl. Pura banguntapan bantul telah berlangsung obrolan reboan dengan tema "tafsir reformis, jalan baru menuju dialog antar iman".

Hadir narasumber Mun'im Sirry Lc MA PhD (pakar studi Islam Chicago Universty of USA dan Penulis buku "Polemik kitab suci tafsir reformis dan kritik alquran terhadap agama lain), moderator Hafizein S.SosI dan peserta 40 orang.

Adapun untuk pemaparan di sampaikan oleh Mun'im Sirry dengan inti penyampaian bahwa untuk  memahami Al Quran harus membaca Al Quran misalnya saat kita membacakan surat yassin banyak pertanyaan muncul dari musuh musuh Alquran.

Audien Alquran sangat cerdas dan suka berpolemik pada abad ke 7 di Mesopotamia banyak tokoh yang  berpendidikan. Kenapa Al quran menceritakan bibel sepotong sepotong karena tidak perlu dijelaskan karena pembacanya sudah tau detailnya.

Penyebutan kristen dengan Nasarah bukan massiun  / pengikut Almasih karena pada waktu itu kristen telah berkembang di suatu daerah yaitu Nazaret. Imron itu mempunyai anak Harun dan Meream tetapi namanya Mariam. Sarjana barat menyebut Al quran itu bingung karena menyebut tidak sesuai sejarah menurut sarjana barat.

Episode yang  disebutkan dalam Al Quran mengisahkan Nabi Isa mirip kitab Nasrani ayat 74. Kritik alquran yang  mengkritik ketuhanan Yesus ada dua kali termasuk kritik Al quran terhadap Trinitas akan ditertawai oleh orang barat karena Trinitas sendiri artinya bukan 3 tuhan tetapi 1 Tuhan dalam 3 badan.

Al quran mengkritik doktrin orang kristen yang sebenarnya tidak diyakini sendiri oleh orang kristen. Argument di jazirah Arab terkait dengan kritik Al quran terhadap  kristen ataupun yahudi di Jazirah Arab sesungguhnya Al Quran sedang berpolemik.

Al quran itu kreatif sekali karena dalam polemik dapat mendistorsi agama lain dan mengembangkan retorika polemik. Àl quran sendiri tidak pernah salah, berkembang faham bahwa pada saat itu Al quran lahir di masyarakat yang  jahiliah dan berperadaban rendah sehingga tidak mungkin Al quran dipengaruhi oleh budaya.

Kitab berpolemik itu artinya seperti ada pada debat presiden ada Prabowo dan jokowi yang  saling adu argument namun sebenarnya saling menjatuhkan / kebenaran. Kitab itu dzalikal kitabullah ro i bafil Artinya kitab itu adalah kitab yang  tidak ada keraguan didalamnya. Selain itu dipromosikan sebuah buku dari narasumber kepada hadirin bila tertarik utk mempelajari.

Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan berakhir pukul 22.20 wib. Selama kegiatan berlangsung petugas Polsek Banguntapan mengadakan pengamanan hingga berakhir dalam keadaan aman tertib. (Sihumas Banguntapan)

Share this article :

Posting Komentar

 
Link : Humas Polri | Humas Polda DIY | Humas Polres Bantul
Copyright © 2011. Humas Polres Bantul - All Rights Reserved
Operator Blogspot : Aiptu Agus Suryanto Published by Humas Polres Bantul
Proudly powered by Blogger