RAPAT KOORDINASI PENANGANAN MARAKNYA SPANDUK PENOLAKAN SYIAH DI WILAYAH KABUPATEN BANTUL

Kamis, 05 Maret 20151komentar



Rabu, 04 Maret 2015 pukul 10.00 Wib di Ruang Asisten 1 Pemkab Bantul telah berlangsung Rapat Koordinasi Penanganan Maraknya Spanduk Penolakan Syiah Di Wilayah Kabupaten Bantul yang dipimpin Kepala Kesbangpol Bantul Ir. Agustinus Sumasriyana, M.Si.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kasat Intelkam Polres Bantul AKP Supardi, Ketua MUI Bantul Kh. Abdul Kholiq Syifa', Ketua FKUB Bantul Yasmuri, S.Pd, M.Pdi, Kemenag Bantul Azis Muslim, Sat Pol PP Bantul Sunarto, Anggota unit intel Kodim Bantul/0729 Pelda Subangkit, anggota Binda Bantul, anggota TNI / Polri dan tamu undangan.

Dalam kesemptan tersebut disampikan sambutan dan masukan dari peserta rapat diantaranya adalah :

Kepala Kesbangpol Bantul menyampaikan rapat Koordinasi ini menindaklanjuti rapat Kominda Bantul terkait dengan maraknya spanduk Penolakan Syiah yang terpasang di 11 titik di 5 kecamatan yaitu Sewon, Banguntapan, Srandakan, Kasihan dan Kretek. Dengan  maraknya spanduk tersebut Pemkab Bantul akan melakukan langkah langkah yang akan diputuskan dalam rapat koordinasi ini.

Ketua MUI Bantul menyampaikan MUI sudah menyatakan bahwa Syiah merupakan aliran sesat tapi umat Islam tidak bisa seenaknya membubarkan dan MUI hanya bisa membentengi masuknya aliran Syiah dengan mengajak Umat Islam untuk tidak ikut atau terpengaruh dengan ajaran Syiah. Kelompok yang sangat menentang aliran Syiah adalah kelompok Wahabi dan Salafi yang selalu mengatakan bahwa Syiah adalah Kafir jadi spanduk yang dipasang bertuliskan Syiah adalah Kafir yang melakukan diduga dari kelompok Wahabi dan Salafi.

Saya sangat setuju apabila Spanduk penolakan Syiah yang berbau provokasi agar segera diturunkan karena disamping akan meresahkan masyarakat spanduk tersebut juga ilegal karena tidak ada ijinnya.

Ketua FKUB Bantul menyampaikan FKUB sependapat dengan MUI bahwa spanduk yang bernada provokatif harus diturunkan agar tidak membuat resah masyarakat. Tidak hanya masalah Syiah tapi apapun spanduk yang berbau SARA dan provokasi sebaiknya ditertibkan dan diturunkan

Anggota Binda Bantul Nugroho Pamuharso, Se menyampaikan Spanduk penolakan Syiah agar malam ini segera diturunkan berkaitan dengan adanya  rencana kunjungan Kerja Wakil Presiden ke Kampus UMY pada 7 Maret 2015, sehingga diharapkan Bantul bebas dari Spanduk tersebut. Pemkab Bantul harus tegas dengan permasalahan spanduk yang berbau SARA dan provokasi agar situasi Bantul tetap aman dan kondusif

Kasat Intelkam Polres Bantul menyampaikan Kominda Bantul sudah melakukan rapat dan sudah menyarankan kepada Bupati Bantul untuk dibawa ke rapat Forpimda terkait Spanduk anti Syiah. Pemasangan Spanduk penolakan anti Syiah sudah dipasang sejak 20 Februari 2015 oleh beberapa ormas Islam. Aparat Kepolisian dan Sat Pol PP tidak punya kewenangan dalam menurunkan spanduk tersebut tapi kalau ada instruksi dari Bupati maka Aparat Kepolisian dan Sat Pol PP akan menindak lanjuti.

Kemenag Bantul menyampaikan Kemenag juga tidak punya kewenangan dalam menurunkan spanduk tersebut dan terkait Syiah UU nya baru dirancang.

Adapun rekomendasi hasil rapat adalah sebagai berikut :

- Meminta kepada Bupati untuk segera mengeluarkan instruksi penurunan Spanduk penolakan anti Syiah malam ini dengan adanya rencana kunjungan Wakil presiden Jusuf Kalla ke Kampus UMY dan diharapkan Bantul bebas Spanduk tersebut pada saat kunjungan Wapres ke Kampus UMY

- Kedepan menyarankan Bupati agar membuat aturan berupa Perda tentang pemasangan dan isi Spanduk tidak boleh bernada provokasi dan SARA sehingga apabila ada spanduk yang bernada provokasi aparat terkait segera bisa melakukan tindakan.

Setelah kegiatan berakhir  perwakilan dari Kominda Bantul dipimpin Kasat Intelkam Polres Bantul menghadap Bupati Bantul dan hasil pertemuan Bupati Bantul Hj Sri Suryawidati mengintruksikan kepada Sat Pol PP untuk melakukan penertiban spanduk malam ini.

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

9 Maret 2015 pukul 14.22

Sesat itu nanti di akherat didepan pengadilan Tuhan, kenapa gampang sekali menyesatkan dan senang sekali menhkafirkan. Seolah olah kebahagian tersendiri jika mampu berperan selayak Tuhan. Stop Radikalisme atas nama Agama. Stop kebencian atas nama Agama. Orang akan sangat mudah melakukan kejahatan atas Nama Agama. Sadarlah wahai yg mengaku dirinya Ulama

Posting Komentar

 
Link : Humas Polri | Humas Polda DIY | Humas Polres Bantul
Copyright © 2011. Humas Polres Bantul - All Rights Reserved
Operator Blogspot : Aiptu Agus Suryanto Published by Humas Polres Bantul
Proudly powered by Blogger