PENGAMANAN KUNJUNGAN WAPRES RI DI PADEPOKAN SENI BAGONG KUSSUDIARJO

Jumat, 11 Juli 20140 komentar




Waka Polres Bantul Kompol Dony Siswoyo, SIK memimpin jalanya pengamanan kunjungan Wapres RI Prof. Dr. Boediono dan ibu Herawati beserta rombongan di Padepokan Seni Bagong Kussudiarjo, Kembaran Rt 04, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Kamis, 10 Juli 2014 pukul 10.00 Wib.

Giat Kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX, Danrem 072 Pamungkas Barigjen TNI M Fadillah, Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana, Danlanal Yogyakarta Kolonel Daniel MR, Kajati DIY Loeke Larasati Agoestina SH, Wakil Bupati Bantul Drs H Sumarno PRS, Kajati Yogyakarta Loeke Larasati Agoestina SH, MM, Danlanal Yogyakarta Kolonel Daniel MR dan Danlanud Adisucipto Marsma TNI Agus Munandar, SE

Rombongan Wapres langsung disambut pengelola Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK) Bambang Ekolaya Butet Kertaredjasa, Djaduk Ferianto dan anggota keluarga yang lain.

Dalam sambutanya Butet menyampaikan Kedatangan Pak Boediono ini sebagai bentuk dukungan dan semangat kepada para seniman yang ada di Yogyakarta serta kunjungan ini juga memenuhi janji Pak Boediono untuk peduli kepada seniman.

Butet  menjelaskan Padepokan Bagong Kussudihardja dirintis oleh ayahnya Pak Bagong pada tahun 1978 yang kalau itu hanyalah pendidikan non formal dan ala pesantren namun dalam perkembangannya Padepokan Bagong menjadi lembaga resmi pendidikan kesenian. Padepokan Bagong Kussudihardja bukan saja mencetak para seniman namun yang utama adalah menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Padepokan Bagong Kussudihardja juga menciptakan manusia yang adil dan berbudaya luhur. Itu salah satu cita-cita Pak Bagong kemudian setelah bagong wafat kita kebingungan tetapi anak-anak Bagong dikasih kewarasan jiwa sehingga Padepokan tetap bisa berdiri sampai saat ini dengan menciptakan kreasi serta seni budaya.

Acara dilanjutkan pertunjukan pagelaran tari serta dilanjutkan kunjungan tempat / lokasi karya seni Bagong Kussudihardja.

Wakil presiden Boediono mengapresiasi usaha padepokan seni tersebut dan mengatakan bahwa generasi muda bangsa perlu pendidikan estetika agar tumbuh menjadi insan yang berkarakter, memiliki kepekaan, menghormati etika dan kreatif.

"Kalau kita ingin menciptakan generasi muda yang tangguh yang bisa kita beri estafet menjadi pemimpin bangsa dimasa depan yang lebih baik dari kita-kita ini biasanya mereka juga memiliki kepekaan terhadap etika; mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar mana yang salah,” kata Wapres Budiono.

“Kalau kita membayangkan NKRI secara politik itu sudah kita garap sejak lama, NKRI secara ekonomi itu kita garap melalui menghubungkan pulau-pulau yang 17-ribu itu dengan infrastruktur, dengan transportasi yang baik supaya mereka menyatu dan tidak lepas keluar. Dibidang budaya nampaknya juga demikian; merajut budaya-budaya local yang ragamnya luar biasa ini saya kira adalah kontribusi bagi NKRI kita yang tidak kasat mata tetapi memberikan dampak luar biasa pada jangka panjang,” ujar Wapres.

Kunjungan wakil presiden ke padepokan, menurut Butet Kartarejasa, sebenarnya rencana yang sudah lama tetapi baru bisa dilaksanakan sekarang. Selama ini ternyata Wapres Boediono sering menyaksikan pergelaran Teater Gandrik.

Kegiatan berakhir pukul 11.15 Wib berjalan dengan aman dan lancar. (Sihumas Kasihan)

Share this article :

Posting Komentar

 
Link : Humas Polri | Humas Polda DIY | Humas Polres Bantul
Copyright © 2011. Humas Polres Bantul - All Rights Reserved
Operator Blogspot : Aiptu Agus Suryanto Published by Humas Polres Bantul
Proudly powered by Blogger