BHABINKAMTIBMAS PONCOSARI HADIRI PERTEMUAN DESA TANGGUH BENCANA

Rabu, 18 Maret 20150 komentar



Bhabinkamtibmas Desa Poncosari, Aiptu Dalijo mengahdiri pertemuan sekitar 40 mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Poncosari di serambi Masjid Makmur, Dusun Babakan, Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Bantul, Senin, 16 Maret 2015 pukul 10.00 Wib.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua FPRB Desa Poncosari Drs. Sugiyanto, Dosen Pembimbing Mahasiswa  Drs. Sartono dan Perwakilan dari Rumah Sakit PKU Muhammadyah Bantul, Ariyanto.

Pertemuan ini diadakan dalam rangka sebagai sarana penambah wawasan para mahasiswa akan Desa Tangguh Bencana Utama. Kepada para mahasiswa, Ketua FPRB Desa Poncosari menyampaikan, secara resmi Desa Poncosari dinobatkan sebagai Desa Tangguh Bencana Utama karena mayoritas warga dinilai sudah paham tentang kebencanaan dan telah sering melakukan simulasi bencana tsunami. Selain itu, di Desa Poncosari juga sudah terbentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB). Sebagai Desa Tangguh Bencana Utama, Poncosari dengan karakteristik geografis dan kemampuan warganya berkaitan dengan kebencanaan yang sudah dibahas dalam forum internasional.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, beberapa lalu sudah mempresentasikan Poncosari dalam konferensi penanggulangan bencana di Geneva, Swiss. Hal ini sudah seharusnya menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Poncosari.

Untuk diketahui, Selain Desa Poncosari juga ada 3 desa lain yang mendapat gelar Desa Tangguh Bencana, yaitu Desa Gadingsari Kecamatan Sanden, Desa Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro, dan Desa Wonolelo Kecamatan Pleret.

Keempat desa tersebut dinilai layak dikategorikan sebagai Desa Tangguh Bencana, karena mayoritas warga dinilai sudah paham tentang kebencanaan. Selain itu, di masing-masing desa tersebut juga sudah terbentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB). Hal itu juga didukung dengan potensi bencana yang cukup besar di wilayah masing-masing. Misalnya di selatan Poncosari terdapat lempeng-lempeng bumi di bawah laut yang sewaktu-waktu bisa bertumbukan, menyebabkan gempa dan tsunami.

Sementara itu ketika ditanya cara penanganan korban, apa bila terdapat korban luka ringan, luka berat, lansia, anak-anak, ibu hamil dan difabel, perwakilan dari Rumah Sakit PKU Muhammadyah Bantul, Ariyanto menjelaskan, bahwa untuk menangani korban, seluruh instansi terkait, seperti Polsek, Koramil, Kecamatan, Puskesmas, PMI, MDMC dan RS PKU Muhammadyah Bantul akan bekerja sama. Dalam penyelamatan korban bencana alam, seluruh instansi bekerja sesuai dengan job-nya masing-masing. (Sihumas Sek Srandakan)
Share this article :

Posting Komentar

 
Link : Humas Polri | Humas Polda DIY | Humas Polres Bantul
Copyright © 2011. Humas Polres Bantul - All Rights Reserved
Operator Blogspot : Aiptu Agus Suryanto Published by Humas Polres Bantul
Proudly powered by Blogger