Prediksi-prediksi
yang dimungkinkan timbul dan perlu diantisipasi seperti bentrok massa pada saat
kampanye, perusakan atribut kampanye maupun fasilitas umum, intimidasi dan
aniaya kepada penyelenggara pemilu, money politic, black campaign, munculnya
pemilih ganda, penggelembungan suara,unras ataupun konflik petugas dilingkungan
KPU masih menjadi atensi yang perlu diambil langkah-langkah antisipatif dan
ditindaklanjuti. Oleh karenanya, segenap
unsur pengamanan Polda DIY perlu kesiapan dalam menerapkan pola pengamanan yang
lebih baik, efektif, sistemik dan menyeluruh. didukung dengan melibatkan
kekuatan personel, koordinasi dengan instansi terkait dan pemanfaatan seluruh sumberdaya yang ada.
Perlu kita
ketahui bersama, bahwa agenda pengamanan
pilkada serentak di 3 (tiga) kabupaten
Propinsi D.I. Yogyakarta adalah
perhelatan dua kandidat dalam satu putaran. Meskipun demikian, kita tetap
dituntut tetap waspada dan siap siaga. Dinamika dilapangan menunjukkan bahwa
Polri dituntut melaksanakan pengamanan yang lebih ekstra dan lebih optimal.
Faktor-faktor yang berpengaruh pada penyelenggaraan pilkada serentak , baik figur calon, tokoh pendukung,
peran media, netralitas penyelenggara pemilu dan aparat keamanan ataupun
dukungan negara asing dan lembaga survey, tentunya sangat mempengaruhi pola
pengamanan yang nantinya akan kita terapkan di Polda DIY dan jajaran.
Atas dasar
evaluasi hasil pemilu beberapa waktu yang lalu dan hasil identifikasi beberapa
kerawanan menjelang pilkada tahun 2015,
maka perlu dilakukan langkah-langkah kesiapan sebagai berikut :
1. Tetap jaga sinergitas dan netralitas TNI /
Polri dalam pam pilkada tahun 2015.
2. Setiap pergeseran logistik pilkada khususnya dokumen pemilu harus dikawal oleh
anggota Polri.
3. Rumuskan pola pengamanan TPS berdasarkan
kriteria TPS dengan memperhatikan jumlah personel, kebutuhan dan kakerda.
pergeseran / pendistribusian logistik pemilu khususnya dokumen pilkada tahun 2015.
4. Petakan kembali daerah rawan dan bentuk
kerawanannya secara tajam oleh satwil setempat.
5. Evaluasi peran lo dan tingkatkan peran
fungsi intelijen di kewilayahan.
6. Antisipasi / cegah terjadinya perusakan
alat peraga, kampanye hitam pembunuhan karakter serta aksi-aksi intimidasi,
teror, ancaman dan bentuk kekerasan politik lainnya maupun konflik internal
parpol yang dapat memunculkan konflik antar massa pendukung / simpatisan maupun
relawan.
7. Laksanakan ops cipta kondusif / razia
dengan libatkan kekuatan besar dengan sasaran senpi / sajam, miras, dan barang
berbahaya sebagai cara bentindak yang efektif dalam antisipasi bentrok massa
dan bentuk-bentuk pelanggaran pemilu.
8. Lakukan terus langkah pre-emtif untuk
meningkatkan kesadaran berbagai pihak agar tidak melakukan tindakan-tindakan
kekerasan dan melanggar hukum.
9. Tingkatkan koordinasi dengan aparat
keamanan lainnya, penyelenggara pemilu dan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan pada pilkada
tahun 2015.
10.
Laksanakan operasi cipta kondusif dan laksanakan operasi intelejen gabungan
11. Tetap
waspadai serangan terorisme terhadap personel / markas personel.
“ Mengakhiri
amanat saya, marilah kita merapatkan barisan, menyamakan persepsi dan satukan
langkah untuk melaksanakan pengamanan pilkada
serentak pada tahun 2015 di Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunung
Kidul dengan lebih baik. Semoga Allah
Subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kemudahan dan perlindunganNya kepada
kita sekalian. Aamiin,” tutup Kapolda.
Setelah
pelaksanaan apel, Kapolres bersama Muspida Bantul yang hadir berkesempatan
untuk memeriksa pasukan serta sarana dan prasarana pendukung pengamanan Pilkada
Bantul. (Bag Humas Res Bantul)
Posting Komentar